Nilai yang tertera adalah nilai penggabungan nilai tugas + nilai harian + Niai ujian
KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD NILAI
Jumat, 31 Desember 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
Media Audio Visual. Sejarah dan Perkembangannya
Perkembangan Munculnya radio ternyata mengilhami terciptanya media yang lebih kompleks. Yaitu dengan menggabungkan gambar dan suara yang kemudian disebut film. Awalnya masih diputar di bioskop berupa film bisu hingga bersuara. Sampai akhirnya tercipta televisi, beserta alat-alat perekam (camera), pemutar (CD/VCD/DVD Player) dan penyimpannya (VHS/CD) dari film dan musik (gambar dan suara).
MEDIA AUDIO/RADIO
Sejarah dan Perkembangannya
Audio/Radio 1
Perkembangan Audio RadioTeknologi rekaman accuistic pertama dikembangkan pada tahun 1877 oleh Thomas Edison. Dia memproduksi suku cadang “phonogrph” yang memainkan kembali ritme lagu “Mary Had a Little Lamb” dari rotasi silinder. Tahun 1882 Emilie Berliner menciptakan gramophon, yang menggunakan flat-disk yang disebut “rekam” (record) termasuk silinder. Edison dan Berliner berlomba pada industri rekaman.
Guglielmo Marconi, seorang pemuda Italia penerima nobel, sukses mengkreasikan Wirelles telegraph menggunakan gelombang radio untuk menyampaikan pesan dalam sandi menggunakan ledakan panjang dan pendek pada gangguan radio. Teknik ini menggunakan praktis awal menggunakan radio, sebuah langkah utama dalam mengembangkan radio. Pada tahun 1890, Marconi mencoba mempromosikan untuk menggunakan telegrap untuk bisnis dan militer pada penduduk asli Italia, tetapi pemerintah negaranya tidak tertarik. Marconi lebih sukses di Inggris, di sini Marconi mendapat pengakuan pada tahun 1896 dan di US pada tahun 1904, bakat bisnisnya mendominasi pemakaian pertama radio telegraph untuk dua cara berkomunikasi di tempat Marconi bekerja. Jenis radio ini pertama digunakan untuk mengkordinasikan pelayaran samudra antara negara-negara. Dimana kawat telegraph betul-betul tidak sampai. Perusahaan Telegraph Marconi mendirikan stasion radio, untuk menerima dan mengirimkan kembali signal telegrap samudra dari pelayaran atau perkapalan. Perusahaannya juga menghasilkan dan mengoperasikan peralatan untuk mengirim dan menerima pesan radio telegrap. Tahun 1913, Marconi mendominasi radio di Eropa dan United State.
Perkembangan yang menerima kesuksesan radio dengan audiens berkembang pada radio FM pada tahun 1960. FM memiliki ketelitian rekaman suara yang tinggi, tetapi secara esensial hanya dalam pemancar radio. Rekaman FM dan 331/3 rpm dipindahkan ke dalam suara stereo (dua bagian mengkoordinasikan saluran musik pada tahun 1960. Lagu-lagu panjang dimainkan, dengan mulai mempengaruhi jenis-jenis lagu yang direkam. Tetapi pertengahan sampai akhir 1960 banyak kelompok-kelompok musik populer merekam lagu-lagu yang lebih panjang dari pada typikal single sepanjang 2-3 menit. Kadang-kadang lagu-lagu itu diselipkan pada rekaman 45 rpm, tetapi sebagian besar penggemar kelompok mulai membeli album yang berisikan lagu-lagu hits.
Hak cipta musik, syndicat talk show dan intellectual property lainnya menjadi topik utama baik radio maupun rekaman. Ketika artis-artis merekam musik yang ditulis oleh seseorang, baik untuk menjual langsung sebagai rekaman atau siaran radio, mereka mendapatkan ijin dan membayar royalti, biaya bagi penulis-penulis yang menggunakan intellectual property. Distribusi musik atas internet memunculkan kesulitan hak cipta dan masalah intellectual property. Sebenarnya rekaman digital yang sempurna ditransmisikan ke internet, tape-digital, disc or CD yang dapat merekam. Mencari solusi untuk mencegah peng-copan dan transmisi illegal, sementara memungkinkan menjual musik secara legal melalui internet. Aturan hak cipta memerlukan pembayaran hak cipta oleh artis, termasuk pemutaran rekaman pada radio. Dua kelompok lisensi musik dunia The American Sociaty of Composer, Author, anf Publisher (ASCAP) dan Broadcast Music Incorporated (BMI) sebagai perantara antara rekaman artis dan stasion-stasion radio. Stasion-stasion memperoleh lisensi musik yang didengarkan oleh kelompok lisensi musik dalam keuntungan biaya. Biasanya pendapatan stasion-stasion besar satu sampai dua persen. ASCAP atau BMI membayar hak cipta, menurut frekuensi lagu yang diputar.
TELEVISI/ VIDEO 2
Televisi Saat radio tengah berkembang sebagai media penyiaran utama di akhir tahun 1920-an dan film-film tengah dicoba dengan diperbincangkan, beberapa orang mulai memikirkan tentang bagaimana radio dan gambar jika disatukan. Para pemirsa menyukai film-film bergambar sama seperti mereka menyukai radio pada tahun 1920-1940. Muncul ide untuk menggabungkan keduanya.
Pada tahun 1920 dan 1930 teknologi televisi berkembang tahap demi tahap. Dan pada dekade selanjutnya, siaran televisi diputar di seluruh dunia. Penyiaran pertama di Inggris tahun 1935. Di Amerika pertama kali menyiarkan pertandingan base ball Columbia melawan Yale tahun 1939.
TV Kabel
Akhir tahun 1970 dan awal tahun 1980, industri film memulai meningkatkan keuntungan pada TV kabel dan sewaan videotape sebagai distribusi saluran baru. TV kabel sebagai sumber alternatif jaringan televisi, terutama untuk memperluas layanan oleh Home Box Office (HBO) tahun 1975. Saluran-saluran seperti HBO secara eksklusif banyak pada isi film yang akan datang. Satelit baru didasarkan Superstation kabel WGN dan WTASWOR, menggunakan film-film tua
VCRS
Videocassete recorders (VCRS) meluas di rumah-rumah orang Amerika pada tahun 1980. Menggunakan VCRS sangat cepat. Orang menggunakan VCRS untuk merekam dan memutar pertunjukkan-pertunjukkan favorit di televisi beberapa film yang disewakan dari toko-toko video.
Bisnis penyewaan video dimulai dengan toko-toko penyewaan kecil yang tidak bergantung pada apapun, yang membeli stok video dari distributor. Akhirnya dikonsolidasikan secara meyakinkan dengan beberapa supermarket dan toko-toko lain yang menyewakan video, dan dengan penyewaan video yang meluas, seperti Blockbuster dan Hollywood video, memberikan banyak peluang bisnis.
Umumnya, industri film mulai memproduksi yang difokuskan pada kedekatan audiens. Setelah “massa” audiens berpindah ke TV, film mempunyai tujuan pada kelompok yang lebih spesifik. Untuk distribusi pertunjukkan pertama film bioskop, kebanyakan target film-film itu ditinggalkan khusus pada audiens, yang berumur 18-25 tahun yang masih keluar untuk ke bioskop.
Tentu, sebagaimana kita ketahui, sejarah film itu tidak berakhir dengan George Lucas. Akhir tahun 1990, industri film ditransformasikan oleh teknologi baru dan kekuatan pasar. Home video memiliki tenaga penggerak dengan pajak dari toko yang menyewakan video dan penjualan langsung video (terkenal sebagai sell through) melebihi penerimaan box office dua ke satu. Penyewaan video yang besar meminta pergantian keuntungan dari pembuat film. Biaya memproduksi film-film utama, sebagai produser berlomba melakukan yang lainnya dengan pengaruh khusus computer, dengan perkembangan biaya yang besar diharapakan audiens besar pula. Film membuat studio utama mulai bereaksi terhadap aliran-aliran (ad. Pengetahuan tentang fiksi, aksi petualangan) yang dapat “diterjemahkan” antar budaya. Tetapi diluar itu studio-studio utama, itu merupakan kebangkitan kembali kebebasan pembuatan film, sebagai teknologi komputer biaya “small film” dan menawarkan prospek pembuatan film terlepas dari tekanan keuangan.
Umumnya audiens film tidak lama menonton di rumah. Film merupakan tontonan utama pada televisi, kabel, atau video. Rata-rata jumlah waktu yang digunakan menonton film pada video telah berkembang dalam dekade akhir ini. Lebih 4/5 orang Amerika memiliki VCR di rumah. Lebih 3/5 orang Amerika menyewa video tape. Orang dewasa muda, khususnya keluarga usia muda, yang menyewa film yang berperan jahat, dan video anak-anak yang aliran/gayanya sangat populer. Rata-rata ibu rumah tangga mengeluarkan lebih $170 pertahun untuk menyewa dan membeli video caset. Menonton film di teater sekarang disenangi orang yang berumur antara 15 sampai 24, 1/3 yang ke bioskop paling kurang sekali sebulan, dibandingkan 1/5 dari semua orang dewasa. Meskipun proporsi orang dewasa muda lebih kecil yang menghadiri bioskop pada tahun sebelumnya, jumlah orang dewasa muda berkembang sebagai seorang baby “sangat berkembang” hebat, sehingga pembuat film terus menerus dipengaruhi oleh audiens muda.
FILM/SINEMATOGRAFI 3
Di era film bisu (1903 sampai 1917), film cerita sejarah sangat berkembang. Film hitam putih yang dan masih bisu, tetapi ini tidak membatasi mereka berkreasi dan menghentikan untuk menceritakan sejarah. Justru membuat penonton mempergunakan imajinasi mereka. Musik di film dahulu ditampilkan oleh organist, yang bermain musik untuk mengarang lagu yang sesuai dengan komposisinya. Film-film sering meminjam atau alur cerita diadaptasikan dari novel.
Kebanyakan usaha-usaha awal pembuatan film membuat film cerita bergambar. Edison memikirkan bahwa orang-orang butuh gambar untuk mendengar rekaman suara. Asisten Edison yaitu Thomas Dickson mengadakan percobaan dengan film bersuara sebelum tahun 1895. Kebanyakan sistem sebelumnya menggantungkan player rekaman dikoordinasikan dengan film. Studio-studio tersebut pada awalnya enggan menginvestasikan ke dalam teknologi suara, sebagaimana film yang diproduksi di rumah-rumah. Studio kecil, Warner bersaudara, membuat komitmen untuk mengembangkan teknologi suara dan mendapat bantuan AT & TIS Western Eleectric Company. Mereka berhasil menciptakan film cerita pendek yang disebut The Vitaphone Preludes. Film-film “Utaphone” ke-4 mampu malampaui ketenaran “The Jazz Singer” pada tahun 1927.
Masa krisis aktor dan studio-studio digunakan untuk pembuatan film-film bisu yang ada ke dalam musik klasik Singing In The Rain (1952). Meskipun penonton merasa senang terhadap potensi-potensi baru film yang bersuara dan musik, beberapa artis belum terbiasa. Mereka merasa akting kurang mendapat penekanan. Saat kualitas vokal aktor mendapat kritikan. Tiba studio-studio terampil menggunakan pengaruh suara dan musik. Beberapa aktor dan aktris, seperti Suitney Greta Garbo, membuat transisi vokal.
Menurut survey, kebanyakan orang pergi ke Bioskop paling sedikit setiap minggu (sekali seminggu), kadang-kadang lebih. Setiap minggu mereka mendapatkan informasi dari warta berita, seperti berita-berita Fox’s Movietone News dan March of Time, yang menyediakan informasi tentang hiburan di dunia. Mereka menanti dari minggu ke minggu untuk menyaksikan apa yang akan terjadi pada Flash Gordon berikut atau serial pahlawan-pahlawan yang dimainkan sebelum film utama.
Kehadiran bioskop menghasilkan banyak uang, bioskop (gambar hidup) menjadi bisnis yang menguntungkan, depresi yang besar mematikan produser-produser kecil dan hampir 5000 bioskop teater. Secara aktual ketidakberuntungan memperkuat situasi ekonomi dan mengontrol beberapa studio besar, dan keputusan kebijakan produksi ada ditangan para eksekutif studio.
Tahun 1930, muncul pula organisasi studio yang agak bagus, munculnya 5 studio utama. Paramount, Locw’s / MGM, Warner Brother’s, Fox dan RKO. Studio-studio ini milik para eksekutif itu sendiri, mereka mendistribusikan pada bioskop teater, mengontrol produksi, distribusi dan pameran memungkinkan studio-studio yakin bahwa gambar hidup didistribusikan dan dimainkan secara luas, tetapi bentuk dikonstitusikan pada integrasi vertikal yang pada akhirnya menggambarkan perhatian bagi federal regulators concerned tentang kekuatan konsentrasi di studio-studio.
Hingga akhirnya sampai sekarang bermunculan film-film dengan genre yang beragam mulai drama, action, horor, komedi, dan yang lainnya. Selain itu muncul juga “trend-center” di bidang perfilm-an seperti Hollywood, Bollywood, Film eropa (inggris dan Perancis), Asia, dll. Masing-masing pusat memiliki gaya dan ciri masing-masing. Jika dahulu kita begantung hanya di bioskop jika ingin menikmati film dengan layar lebar, maka kini telah tercipta “home-teather” yang memungkinkan kita untuk dapat menikmatinya di rumah. Alat-alat canggih-pun telah ditemukan dan diciptakan guna mengakomodasi perkembangan media audio visual ini.
RENUNGAN 4
Dengan melihat betapa semakin beragam, canggih dan modern media audio visual maka kita yang berkiprah di dunia pembelajaran dan pendidikan tentunya tertarik dan tertantang ubtuk memanfaatkannya di bidang keilmuan kita. Pengetahuan keilmuan, keterampilan penggunaan media dan sedikit kebijakan dalam memanfaatan media tersebut akan membawa kita kepada lingkungan belajar yang kondusif dan tidak konvensional.
“Radio dan Televisi, masing-masing memiliki karakteristik media yang berbeda. Pemanfaatan keduanya secara tepat dapat menciptakan proses dan hasil belajar yang maksimal.
Senin, 12 Juli 2010
PEDOMAN LOMBA KREASI MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS ICT TINGKAT NASIONAL TAHUN 2010 YANG DISELENGGARAKAN DITPAIS KEMENAG RI
Pengertian
Lomba tersebut adalah gambaran dari model pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) dengan menggunakan madia pembelajaran sebagai alat bantu untuk mengoperasikan software pembelajarn PAI interaktif dan berbasis teknologi informasi, baik melalui media internet maupun audio visual.Tujuan
Secara rinci tujuan dari kegiatan tersebut adalah :- Memberikan motivasi kepada GPAI agar senantiasa berupaya meningkatkan mutu pembelajaran PAI melalui pengembangan berbagai model pembelajaran
- Memberikan penghargaan terhadap GPAI yang dinilai memiliki kompetensi dalam pengembangan berbagai model pembelajaran
- Meningkatkan mutu pembinaan terhadap GPAI yang dilakukan melalui pendekatan partisipatif
Target
- Tumbuhnya motivasi yang tinggi pada GPAI untuk senantiasa berupaya meningkatkan mutu pembelajaran PAI melalui pengembangan berbagai model pembelajaran
- Terjaringnya berbagai model pembelajaran PAI pada SD, SMP dan SMA/SMK, yang merupakan kreasi GPAI
- Terjadinya peningkatan mutu pembinaan terhadap guru-guru PAI yang dilakukan melaui pendekatan partisipatif
Peserta Lomba
Peserta lomba tersebut adalah guru PAI pada SD, SMP, dan SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.Persyaratan Peserta
- Berstatus Guru PAI pada SD, SMP, dan SMA/SMK, yang dibuktikan dengan surat Keterangan dari Kepala Sekolah
- Belum pernah menjadi juara tingkat nasional pada lomba serupa
Tahapan Lomba
Lomba tersebut dilaksanakan dalam beberapa tahap, meliputi :1. Tahap I Penilaian Naskah
Setiap naskah akan dinilai berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan. Penilaian naskah dilaksanakan di masing-masing Kanwil Depag Provinsi. Melalui tahapan ini, ditetapkan 1 (satu) orang peserta terbaik pada masing-masing tingkatan dan berkah mengikuti Grand Final di Jakarta
2. Grand Final
Acara Grand Final lomba tersebut dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 4-8 Agustus 2010 diikuti oleh peserta terbaik dari masing-masing provinsi. Seluruh biaya lomba acara grand final termasuk transportasi dan akomodasi peserta menjadi tanggung jawab oanitia pusat. Setiap peserta akan tampil dalam 2 (dua) tahap yakni :
a. Presentasi naskah
b. Simulasi Pembelajaran
Naskah
1. Kriteria NaskahNaskah lomba tersebut disusun secara naratif oleh guru yang bersangkutan, dengan memperhatikan :
a. Materi didasarkan pada standar isi PAI (Permendiknas No.22 tahun 2006)
b. Menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang berfokus pada keaktifan peserta didik
c. Menampilkan pola interaktif antara guru dan peserta didik
d. Menggunakan computer sebagai media pembelajaran
e. Model pembelajaran telah diaplikasikan di sekolah
2. Sistematika Penulisan Naskah
a. Daftar isi
b. Pendahuluan (Latar belakang, permasalahan, manfaat)
c. Nama model kreasi pembelajaran
d. Tujuan pembelajaran
e. Software/program yang digunakan
f. Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar
g. Langkah-langkah pembelajaran
h. Menyertakan data pendukung, antara lain :
*Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
*Tanggapan peserta didik
*Hasil belajar PAI peserta didik
*Lain-lain informasi pendukung yang dianggap perlu
Pengiriman Naskah
- Naskah dikirim ke Kanwil Kementerian Agama Propinsi setempat dalam bentuk asli (bukan foto copy) rangkap 2 (dua) ke bidang Mapenda, dengan alamat Kanwil Kementerian Agama Propinsi setempat, selambat-lambatnya tanggal 1 Juli 2010 (cap pos).
- Bidang Mapenda Kanwil Depag Propinsi mengirimkan naskah terbaik masing-masing tingkatan, yakni: 1 (satu) naskah terbaik SD, 1 (satu) naskah terbaik SMP, dan 1 (satu) naskah terbaik SMA/SMK sampai ke panitia pusat selambat-lambatnya tanggal 19 Juli 2010 dengan alamat :
Panitia Lomba Kreasi Model Pembelajaran PAI Berbasis ICT Tingkat Nasional pada Sekolah tahun 2010, Direktorat Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Blok. A Lt. 7 Jakarta Pusat. - Naskah yang dikirimkan ke panitia pusat tidak dikembalikan lagi dan menjadi milik panitia.
1. Penilaian Naskah (dilaksanakan di Kanwil Depag Propinsi)
a. Sistematika penulisan
b. Kesesuain materi dengan judul
c. Kesesuai dan keragaman metode pembelajaran
d. Strategi dan langkah pembelajaran
e. Kekayaan materi/bahan ajar
f. Software/program yang digunakan
g. Ketepatan penulisan dan penggunaan ayat Al Qur`an dan Hadits
h. Penggunaan bahasa
i. Data dan informasi pendukung
2. Penilaian Presentasi (Grand Final di Jakarta)
a. Penampilan
b. Kesesuain penyajian materi dengan naskah
c. Penguasaan konsep
d. Penggunaan media
e. Penggunaan bahasa
f. Data dan informasi pendukung
g. Sistematika penyajian
h. Relevansi jawaban pertanyaan Tim juri
3. Penilaian Simulasi (Grand Final di Jakarta)
a. Penampilan
b. Penguasaan materi pembelajaran
c. Langkah-langkah pembelajaran
d. Penggunaan metode
e. Software/program yang digunakan
f. Pengelolaan kelas
g. Keaktifan peserta didik
h. Pembelajaran yang menyenangkan
i. Interaksi dalam pembelajaran
Hadiah Penghargaan Pemenang
Pemenang lomba kreasi model pembelajaran PAI Berbasis ICT pada SD, SMP, SMA/SMK tahun 2010 ini akan diberikan hadiah berupa piagam/sertifikat penghargaan dan uang pembinaan senilai tunai yang masing-masing besarnya sebagai berikut :- Juara I menerima uang sebesar Rp. 12.500.000,-
- Juara II menerima uang sebesar Rp. 10.000.000,-
- Juara III menerima uang sebesar Rp. 8.000.000,-
- Harapan I menerima uang sebesar Rp. 6.500.000,-
- Harapan II menerima uang sebesar Rp. 5.000.000,-
- Harapan III menerima uang sebesar Rp. 3.000.000,-
Output
Sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, Lomba Kreasi Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT tahun 2010 ini diharapkan dapat menentukan 6 orang guru PAI pada tiap tingkatan (SD, SMP dan SMA/SMK) sebagai juara lomba yang didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan. Pelaksanaan lomba ini juga diharapkan mampu memotivasi para guru PAI di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dalam pengembangan berbagai model pembelajaran PAI berbasis ICT.Panduan bagi Bidang Mapenda Kanwil Departemen Agama Provinsi
- Mensosialisasikan kegiatan Lomba Kreasi Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT tingkat SD, SMP dan SMA/SMK
- Menghimpun naskah dari peserta Lomba Kreasi Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT untuk semua tingkatan (SD, SMP, SMA/SMK)
- Melakukan seleksi terhadap naskah yang masuk dari masing-masing tingkatan dengan cara :
- a. Membentuk tim juri/penilai naskah yang berjumlah 3 (tiga) orang terdiri dari akademisi, praktisi dan ahli pembelajaran PAI.
- b. Menilai semua naskah lomba berdasarkan kriteria penilaian naskah yang ditetapkan pleh panitia pusat.
- c. Menetapkan naskah terbaik tingkat provinsi pada masing-masing tingkat SD, SMP dan SMA/SMK.
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam panduan ini dapat dikomunikasikan lebih lanjut dengan panitia pusat dengan kontak person : Hj. Siti Fauziah, SE, MSi (081317142458), Dr. Alfian Lubis, MA (08121845584) dan Dr. H. Abd. Adhim, MA (081386121219)
Informasi ini dikutip dari situs resmi kementerian agama direktorat pendidikan agama Islam
Jumat, 02 Juli 2010
LAGU MUKTAMAR 1 ABAD MUHAMMADIYAH
MUKTAMAR MUHAMMADIYAH 1 ABAD
Lagu : Dwiki Darmawan
Syair: Din Syamsuddin
Seabad gerak waktu
Sang Surya bersinar selalu
dalam berkat rahmatMu
cerahi peradaban mutu
Jutaan insan bersatu
ribuan amal berpadu
dalam lingkar syahadat
bawa Islam penuh rahmat
Ke Jogja kita kembali
Abad kedua kita mulai
tekad membaja di hati
walau jalan mendaki
Ayo bergandengan tangan
hadapi sgala tantangan
gerakkan lasykar zaman
jayalah masa depan
Muhammadiyah satu abad
saat kita bergembira
atas segala nikmat
cabang ranting semua bersua
Lagu : Dwiki Darmawan
Syair: Din Syamsuddin
Seabad gerak waktu
Sang Surya bersinar selalu
dalam berkat rahmatMu
cerahi peradaban mutu
Jutaan insan bersatu
ribuan amal berpadu
dalam lingkar syahadat
bawa Islam penuh rahmat
Ke Jogja kita kembali
Abad kedua kita mulai
tekad membaja di hati
walau jalan mendaki
Ayo bergandengan tangan
hadapi sgala tantangan
gerakkan lasykar zaman
jayalah masa depan
Muhammadiyah satu abad
saat kita bergembira
atas segala nikmat
cabang ranting semua bersua
Langganan:
Postingan (Atom)


